Sabtu, 06 April 2013

Metode Persediaan


1. Sistem Periodik

Dalam pencatatan sistem fisik, nilai persediaan barang akhir periode diketahui setelah kuantitas barang yang tersedia dihitung secara fisik kemudian dikalikan dengan harga satuan. Harga satuan barang yang digunakan sebagai dasar penilaian persediaan bergantung kepada metode penilaian yang digunakan. Metode yang digunakan dalam sistem periodik antara lain:
a.      Metode tanda pengenalan khusus
Metode ini biasanya digunakan untuk perusahaan yang spesifik dan spesial yang menjual jenis barang sedikit dan harga mahal (Berlian, Mobil termewah). Setiap barang yang masuk diberi tanda pengenal khusus yang menunjukkan harga satuan sesuai dengan faktur pembelian yang diterima.
Contoh: Terdapat persediaan akhir barang AB sebanyak 7500 kg yang terdiri atas 75 karung @ 100kg. Tanda pengenal khusus:
40           Karung tanda pengenal khusus           Rp 2.800.000
30           Karung tanda pengenal khusus           Rp 2.600.000
5             Karung tanda pengenal khusus           Rp 2.400.0000
40 x Rp 2.800.000           = Rp 112.000.000
30 x Rp 2.600.000           = Rp   78.000.000
5 x Rp 2.400.000             = Rp   12.000.000
Total persediaan akhir                                     Rp 202.000.000
b.      Metode Rata-Rata
Cara penghitungan metode ini adalah dengan menghitung rata-rata dari harga beli dengan jumlah yang dibeli selama periode tertentu.
Contoh:
Selama suatu periode PT. X membeli barang dagang Rp 98.000.000 sebanyak 40.000 unit. Pada akhir periode, sisa barang dagang tersebut sebanyak 7.500 unit.
Harga rata-rata =     = Rp 2.460
Sehingga, nilai persediaan pada akhir periode yaitu 7.500 unit x Rp 2.460
Yaitu Rp 18.450.000

c.       Metode FIFO
Menurut metode FIFO (First In Frist Out) atau MPKP (Masuk Pertama Keluar Pertama), barang yang lebih dulu masuk dianggap barang yang lebih dulu keluar. Tetapi hal ini tidak pada keadaan sebenarnya, anggapan tersebut hanya digunakan untuk perhitungan (penggunaan bukti transaksi). Ketika masuk pertama keluar pertama, berati dapat disimpulkan bahwa persediaan akhir terdiri dari pembelian pada saat-saat terakhir.
Contoh: pembelian selama bulan maret
Maret 1    Persediaan       6000 unit @ 2000 = Rp 12.000.000,-
   5   pembelian        6000 unit @ 2200 = Rp 13.200.000,-
10   pembelian        5000 unit @ 2400 = Rp 12.000.000,-
15   pembelian        8000 unit @ 2600 = Rp 20.800.000,-
20   pembelian        4000 unit @ 2700 = Rp 10.800.000,-
26   pembelian        6000 unit @ 2600 = Rp 15.600.000,-
30   pembelian        5000 unit @2.800 = Rp 14.000.000,-
Barang yang tersedia
dijual bulan maret     40.000 unit                  Rp 98.400.000,-
Dari data tersebut diketahui persediaan akhir digudang sebanyak 7.500 unit.
Sehingga perhitungan menggunakan FIFO:
Maret       30        5000 x 2.800   = Rp 14.000.000,-
         26        2.500 x 2.600  = Rp   6.500.000,-
                      Total                                                      Rp 20.500.000,-

d.      Metode LIFO
Menurut metode LIFO (Last In First Out) atau MTKP (Masuk Terakhir Keluar Pertama), barang yang terakhir masuk dianggap barang yang lebih dulu keluar. Sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai persediaan akhir merupakan nilai pada pembelian awal.
Contoh (Menggunakan data FIFO)
Persediaan akhir menurut metode LIFO dihitung:
Maret          1          6000 x 2.000   = Rp 12.000.000,-
                          5          1500 x 2.200   = Rp   3.300.000,-
                                      Total                                                    Rp 15.300.000,-

e.       Metode Persediaan Dasar
Adakalanya perusahaan menetapkan jumlah minimum persediaan yang harus ada setiap saat, baik mengenai kuantitas maupun harga satuan, atau sering disebut dengan persediaan dasar (Basic Stock). Menurut metode ini, nilai persediaan barang akhir periode  dihitung :
                                         i.      Apabila kuantitas lebih banyak dari kuantitas sediaan dasar, nilai persediaan adalah nilai dasar ditambah dengan harga pasar kelebihannya.
                                       ii.      Apabila kuantitas lebih rendah dari kuantitas sediaan dasar, nilai persediaan adalah nilai dasar dikurangi dengan harga pasar kekurangannya.
Contoh:
Persediaan dasar barang ABC ditentukan sebanya 6.000 kg dengan harga Rp 2.200,00 tiap kg.  Harga pasar barang pada saat perhitungan adalah Rp 2.800,00Persediaan pada 31 Mei sebanyak 7.500 kg dinilai :
Sediaan dasar      6000 x 2.200               13.200.000
Ditambah kelebihannya
1500 x 2.800                                              4.200.000
                 Jumlah                                     17.400.000
Sistem Perpetual
Dalam sistem perpetual ini berbeda dengan sistem periodik. Pencatatan persediaan pada sistem ini dilakukan setiap terjadi transaksi, jadi penilaian persediaan pada sistem ini bukan mencari persediaan akhir seperti halnya sistem periodik. Dalam hal sistem perpetual penilaian ini digunakan untuk mencari total persediaan yang keluar sesuai harga beli atau disebut dengan harga pokok penjualan. Biasanya untuk memudahkan, perhitungan HPP ini dilakukan dengan pembuatan Kartu Persediaan.
Contoh :
Mei      1          Persediaan       120 unit @ 54.000      = Rp 6.480.000,-
            5          Pembelian        180 unit @ 60.000      = Rp 10.800.000,-
            10        Penjualan         200 unit
            16        pembelian        200 unit @ 63.000      = Rp 12.600.000,-
            20        Pembelian        120 unit @ 64.000      = Rp 7.680.000,-
            26        Penjualan         280 unit

a.      Metode FIFO
Menurut metode ini harga pokok barang yang dijual dihitung dengan anggapan bahwa barang yang pertama kali masuk dijual terlebih dulu. kekurangan diambil dari barang masuk berikutnya, begitu seterusnya.
Sehingga menurut metode FIFO harga pokok penjualan yaitu:
·         Mei      10        Penjualan  200 unit
Dihitung dari :
Mei            1          120 x 54.000   =          6.480.000
                  5          80 x 60.000    =          4.800.000
                                    Jumlah                                                              Rp 11.280.000
·         Mei 26             Penjualan 280
Dihitung dari:
Mei            5          100 x 60.000   =          6.000.000
                  16        180 x 63.000   =        11.340.000
                  Jumlah                                                             Rp 17.340.000
           
Sehingga HPP selama bulan Mei 2004 menurut metode FIFO:
HPP           Mei 10             Rp 11.280.000
HPP           Mei 26             Rp 17.340.000
Total HPP                                                 Rp 28.620.000



Perhitungan Persediaan metode FIFO  menggunakan Kartu Persediaan
PT. ABC
KARTU PERSEDIAAN
Jenis Barang : XX
Satuan           : Unit
Metode          : FIFO



Masuk
Keluar
Saldo
Tgl
No. Bkt
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
2004










Mei.1
Sld
-
-
-
-
-
-
120
54.000
6.480.000
       5

180
60.000
10.800.000
-
-
-
120
54.000
6480.000








180
60.000
10.800.000
10

-
-
-
120
54.000
6.480.000





-
-
-
80
60.000
4.800.000
100
60.000
6.000.000
16

200
63.000
12.600.000
-
-
-
100
60.000
6.000.000








200
63.000
12.600.000
20

120
64.000
7.680.000
-
-
-
100
60.000
6.000.000








200
63.000
12.600.000








120
64.000
7.680.000
26

-
-
-
100
60.000
6.000.000
20
63.000
1.260.000





180
63.000
11.340.000
120
64.000
7.680.000
31
Sld
500
-
31.080.000
480
-
28.620.000
140
-
8.940.000

Dari data di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa:
Persediaan awal periode                     120 unit           Rp   6.480.000,00
Total Pembelian selama bulan mei      500 unit           Rp 31.080.000,00
Total Barang Tersedia untuk dijual                             620 unit           Rp 37.560.000,00
Total HPP selama bulan mei                                                  (480 unit)        (Rp 28.620.000,00)
Saldo Persediaan akhir periode                                   140 unit          Rp   8.940.000,00

b.      Metode LIFO
Menurut metode LIFO (MTKP), harga pokok barang yang dijual dihitung dengan anggapan bahwa barang yang terakhir masuk adalah barang yang dijual lebih dulu. kekurangannya diambil dari barang yang masuk sebelumnya, begitu seterusnya. Sehingga dari contoh diatas, dapat kita hitung HPP menurut metode LIFO :
Mei      10        Penjualan  200 unit
Dihitung dari :
Mei      5          180 x 60.000   =          10.800.000
            1          20 x 54.000    =            1.080.000
                                    Jumlah                                                 Rp 11.880.000
Mei 26  Penjualan 280
Dihitung dari:
Mei      20        120 x 64.000   =          7.680.000
            16        160 x 63.000   =        10.080.000
                        Jumlah                                                 17.760.000
Sehingga HPP selama bulan Mei 2004 menurut metode FIFO:
HPP     Mei 10             Rp 11.880.000
HPP     Mei 26             Rp 17.760.000
Total HPP                                                       29.640.000

Perhitungan Persediaan metode FIFO  menggunakan Kartu Persediaan
PT. ABC
KARTU PERSEDIAAN
Jenis Barang : XX
Satuan           : Unit
Metode          : LIFO



Masuk
Keluar
Saldo
Tgl
No. Bkt
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
2004










Mei.1
Sld
-
-
-
-
-
-
120
54.000
6.480.000
       5

180
60.000
10.800.000
-
-
-
120
54.000
6480.000








180
60.000
10.800.000
10

-
-
-
180
60.000
10.840.000





-
-
-
20
54.000
1.080.000
100
54.000
5.400.000
16

200
63.000
12.600.000
-
-
-
100
54.000
5.400.000








200
63.000
12.600.000
20

120
64.000
7.680.000
-
-
-
100
54.000
5.400.000








200
63.000
12.600.000








120
64.000
7.680.000
26

-
-
-
120
64.000
7.680.000
100
54.000
5.400.000





160
63.000
10.080.000
40
63.000
2.520.000
31
Sld
500
-
31.080.000
480
-
29.640.000
140
-
7.920.000

Dari data di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa:
Persediaan awal periode                     120 unit           Rp   6.480.000,00
Total Pembelian selama bulan mei      500 unit           Rp 31.080.000,00
Total Barang Tersedia untuk dijual                 620 unit           Rp 37.560.000,00
Total HPP selama bulan mei                                      (480 unit)        (Rp 29.640.000,00)
Saldo Persediaan akhir periode                                   140 unit          Rp   7.920.000,00

c.       Metode Rata-Rata
Penerapan metode rata-rata dalam sistem pencatatan perpetual, disebut metode rata-rata bergerak (Moving Average Method). Disebut demikian, karena tiap terjadi transaksi pembelian, harga rata-rata per satuan barang harus dihitung, sehingga rata-rata per satuan akan berubah-ubah. Harga pokok satuan barang yang dijual adalah harga pokok rata-rata yang berlaku pada saat terjadi transaksi penjualan.
Sehingga menurut metode FIFO harga pokok penjualan yaitu:
·         Mei      10        Penjualan  200 unit
Dihitung dengan mencari harga pokok rata-rata terlebih dahulu:
Sediaan     1 Mei   120 x 54.000   =            6.480.000
Pembelian  5 Mei   180 x 60.000   =          10.800.000
      Jumlah             300 unit                                               17.280.000
HP rata-rata/unit =  = Rp 57.600
Jadi, Penjualan 200 unit adalah 200 x 57.600 = Rp 11.520.000
·         HP Rata-rata 16 Mei menjadi:
 = Rp 61.200
Begitu selanjutnya, perhitungan HP rata-rata dilakukan setiap terjadi pembelian.

Perhitungan Persediaan metode rata-rata (Average)  menggunakan Kartu Persediaan
PT. ABC
KARTU PERSEDIAAN
Jenis Barang : XX
Satuan           : Unit
Metode          : Average



Masuk
Keluar
Saldo
Tgl
No. Bkt
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
Unit
HP (Rp)
Jumlah
2004










Mei.1
Sld
-
-
-
-
-
-
120
54.000
6.480.000
       5

180
60.000
10.800.000
-
-
-
300
57.600
17.280.000
10

-
-
-
200
57.600
11.520.000
100
57.600
5.760.000
16

200
63.000
12.600.000
-
-
-
300
61.200
18.360.000
20

120
64.000
7.680.000
-
-
-
420
62.000
26.040.000
26

-
-
-
280
62.00
17.360.000
140
62.000
8.680.000
31
sld
500
-
31.080.000
480
-
28.880.000
140
62.000
8.680.000

Dari data di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa:
Persediaan awal periode                     120 unit           Rp   6.480.000,00
Total Pembelian selama bulan mei      500 unit           Rp 31.080.000,00
Total Barang Tersedia untuk dijual                             620 unit           Rp 37.560.000,00
Total HPP selama bulan mei                                                  (480 unit)        (Rp 28.880.000,00)
Saldo Persediaan akhir periode                                   140 unit          Rp   8.680.000,00

9 komentar:

  1. trimkasih .sangat membantu....

    BalasHapus
  2. bagi ya kaka...buat isi makalah

    BalasHapus
  3. wah akhirnya ada yang jelasin secara detail, thanku!:)

    BalasHapus
  4. maaf ini, untuk matode rata-rata bergerak , jika ada retur bagaimana ya ? trims

    BalasHapus